Entri Populer

Selasa, 28 Desember 2010

"PERSPEKTIF GIDDEN TENTANG BLT (BANTUAN LANGSUNG TUNAI)"

Blt  (Bantuan Langsung Tunai) kebijakan pemerintah dalam merumuskan  ini  merupakan respon atas meningkatnya harga kebutuhan pokok , meningkatnya  jumlah masyarakat miskin dan menurunnya tingkat kesejahteraan, BLT di berikan sejumlah tiga ratus ribu rupiah per tiga bulan sekali pada warga negara Indonesia  yang tercatat melalui BPS  sebagai warga  masyarakat miskin.
Tujuan dikeluarkannya BLT  ini adalah untuk mencukupkan biaya yang harus dikeluarkan oleh masyarakat miskin untuk pembelian bahan bakar dan sifatnya emergency(mendesak). Pemberian minyak goreng dan gula pasir merupakan bantuan tambahan yang juga mendesak karena hampir semua jenis bahan kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan harga. Bantuan langsung tunai plus bukan merupakan satu-satunya jenis bantuan yang bertujuan untuk menstabilkan perekonomian dan mensejahterakan rumah tangga miskin dan masyarakat Indonesia secara umum. Bantuan ini merupakan bantuan “antara” yang bertujuan untuk menjadi pertolongan pertama bagi kondisi perekonomian rumah tangga miskin yang terpuruk akibat kenaikan harga-harga di hampir semua jenis kebutuhan hidup. Penetapan jumlah sasaran penerima bantuan sebanyak 19,1 KK rumah tangga sangat miskin merupakan suatu hal yang sangat mendesak mengingat bahwa penetapan kenaikan harga bahan bakar minyak tidak dapat ditunda. Data ini kemudian akan diverifikasi kembali pada saat proses persiapan dan pelaksanaan penyaluran bantuan.
Dari penjelasan di atas dalam perspektif Giddens memandang BLT sebagai struktur, dalam BLT ini adalah pemerintah dalam signifikasinya yaitu himbauan dalam pemberian BLT, dominasinya adalah pemerintah yang berhak mengeluarkan BLT tersebut dan mengatur peredaran BLT, legitimasinya adalah pemerintah yang mengesahkan keluarnya BLT tersebut. Yang bertindak sebagai agennya adalah masyarakat yang menerima BLT. Mereka memiliki motif yaitu menerima BLT untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan hidup mereka sehari-hari, sedangkan kesadaran diskursifnya adalah penerima BLT mempertanyakan untuk apa BLT tersebut sebenarnya, dan kesadaran praktisnya adalah masyarakat menerima BLT begitu saja dan itu terjadi secara berulang-ulang, mereka tidak mempertanyakan lagi untuk apa diterima.

"Review Film The New Rulers of The World"


Film The New Rulers of The World merupakan film yang membawa tema mengenai globalisasi yang khususnya terjadi di indonesia. Film dokumenter yang dibuat oleh John Pilger ini menunjukkan bagaimana negara kapitalis telah menjadikan negara dunia ketiga sebagai tempat mereka “mendulang” emas dan intan bagi kantong mereka sendiri tanpa memperhatikan dampak dari apa yang telah mereka lakukan pada negara yang mengalami neo-kolonialisme.
Dalam Film ini, John Pilger memberikan contoh globalisasi yang terjadi pada Indonesia. Pilger memberikan contoh dengan menunjukkan bagaimana pabrik-pabrik besar tempat barang-barang ternama dibuat, memperlakukan pekerja dengan sangat memprihatinkan. Para pekerja tersebut selain di upah dengan sangat rendah juga dipekerjakan di tempat yang sangat jauh dari standar kesehatan yang seharusnya. Pekerja yang mengalami eksploitasi tersebut tidak dapat menyuarakan aspirasi mereka karena mereka diancam akan tidak dipekerjakan bila melakukan hal tersebut.
Rendahnya lapangan pekerjaan yang ada di Indonesia tentu menjadi salah satu faktor penyebab masalah ini. Hasilnya banyak dari penduduk rela bekerja apa saja hanya untuk mendapatkan uang agar bisa mencukupi kehidupannya sehari-hari. Hal ini pun dimanfaatkan oleh negara-negara kapitalis untuk membuka pabrik-pabrik besar. Negara kapitalis tersebut mendapatkan keuntungan karena mereka mendapatkan tenaga kerja dengan jumlah besar tanpa harus mengeluarkan uang banyak untuk mengurusi kesejahteraan mereka.
Selain itu film ini juga mengungkapkan bagaimana organisasi seperti World Trade Organization (WTO), International Monetary Fund (IMF), dan World Bank memanfaatkan globalisasi untuk memasuki negara-negara dunia ketiga seperti Indonesia agar bisa mengintervensi kebijakan negara tersebut demi keuntungan yang ingin dicapai oleh organisasi-organisasi tersebut.
Organisasi-organisasi tersebut berhasil masuk ke Indonesia pada rezim Soeharto. Mereka berhasil menjerat Indonesia dengan memberikan pinjaman dengan dalih sebagai pembangunan Indonesia. Pada faktanya sebagian besar pinjaman tersebut tidak digunakan untuk melakukan pembngunan nasional tapi dikorupsi oleh Soeharto beserta kroni-kroninya. Pada saatnya pinjaman tersebut telah habis masa pinjamannya, rakyat lah yang menerima beban untuk mengambalikan pinjaman tersebut, bukan Soeharto atau kroni-kroninya yang telah mengantongi uang pinjaman tersebut untuk keuntungan pribadi mereka.
Walaupun globalisasi tidak hanya menimbulkan dampak negatif saja, namun dalam film ini Pilger menunjukkan bagaimana buruknya globalisasi yang terjadi di Indonesia. Terlihat bagaimana tenaga kerja yang tereksploitasi tanpa dapat menyuarakan hak yang seharusnya ia dapat karena ketergantungan kehidupannya pada pekerjaannya sebagai buruh. Selain itu juga terlihat jelas kesenjangan yang terjadi yang membuat mereka yang kaya akan menjadi semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Hal ini tentu dapat membuat jurang perbedaan tersebut semakin tinggi yang akhirnya dapat mempersulit untuk terjadinya integrasi sosial karena perbedaan kepentingan akan si kaya dan si miskin. Dibalik itu semua dampak yang ditimbulkan dengan adanya globalisasi adalah semakin meningkanya perkembangan dunia khusunya dalam hal tekhnologi dan informasi.

Oleh : Dian Putra Pradana, Mahasiswa FISIP Brawijaya Malang, Jurusan Sosiologi
Nama  : Dian Putra Pradana
Nim     : 0811213037
Tugas  : Situs Masalah Kontemporer

Alamat situs      : http://www.walhi.or.id/
Pengelola situs : WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA
  Jl. Tegal Parang Utara No. 14, Jakarta 12790
  Telp. +62 21 7919 3363, Fax. +62 21 794 1673
  Email. info@walhi.or.id
  www.walhi.or.id
Kata kunci       : Lingkungan Hidup Indonesia
Substansi         :
-          HOME                        : merupakan halaman awal dari situs “ Wahana Lingkungan Hidup Indonesia”  yang berisi tentang berita dan reportase mengenai lingkungan.
-          ABOUT US     : merupakan halaman yang berisi tentang artikel-artikel tentang lingkungan hidup dengan beberapa kategori, antara lain History, National Executive, dan Local executive.
-          CAMPAIGN   : merupakan halaman yang berisi tentang artikel yang mengkampanyekan tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Campaign mempunyai beberapa kategori, antara lain :
a.      Water and Food                : Berisi tentang Water Privatization yang didalamnya terdapat artikel tentang “Hentikan Komersialisasi Air”, Food Sovereignty yang didalamnya terdapat artikel tentang “Lumbung Padi Limbung terseret Arus Investasi”, dan Press Release yang berisi artikel tentang Pulihkan DAS Citarum, Pulihkan Indonesia.
b.      Forest & Monoculture       : Berisi tentang Moratorium Logging yang didalamnya terdapat artikel mengenai “wajah hutan Indonesia” , Rejection on Plantation Plan yang  didalamnya terdapat artikel mengenai “Berantas Mavia Kehutanan” , Forest and land conservation yang didalamnya terdapat artikel mengenai “Belum dapat izin Menhut, Kantor Bupati di Bangun di kawasan Hutan” , Plantation Conflict yang didalamnya terdapat artikel mengenai “Aksi Mogok Makan Warga Pering Baru Kabupaten Seluma, Bengkulu” , REDD yang didalamnya terdapat artikel mengenai “Relokasi Dongi-dongi dan Kepentingan REDD” ,  Illegal logging yang didalamnya terdapat artikel mengenai “Fakta, Dibalik Kejahatan Kehutanan” , dan Press Release  yang didalamnya terdapat artikel mengenai “Hutan Gambut Rendah Karbon”.
c.       Mining                               : Berisi tentang Mineral Waste Disposal to Sea yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ STD (Pembuangan Limbah Tambang ke Laut)” , Mining policy reformation yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ DIM RUU Perubahan UU Migas “, Mine Closure yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Tambang Emas Toili yang Kontroversial – 3” , Reject Mining Plan yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ PULIHKAN SUMBA TIMUR”, Press Release yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ WALHI Mendukung Masyarakat Menduduki Kantor Bupati Sumba Timur Menolak Tambang” ,  dan Lapindo yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Analisis terhadap Surat Perintah Penghentian Penyidikan dalam Kasus Lapindo” .
d.      Coastal and Marine           : CBCRM yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Draft Deklarasi Nusa Dua” , WOC 2009 Info yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Aliansi Manado Desak Pemerintah Pertegas Identitas Negeri Kelautan” , Press Release yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Immediately Return the Bajau Pela’u to the Sea “ , dan NRM Law yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Maklumat Penyelamatan Pesisir dan Laut Nusantara ”.
e.       Policy Advocacy                : NRM Law yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Pendapat Hukum Walhi terhadap RUU tentang Informasi Geospasial” , Press Release yang didalamnya terdapat artikel mengenai  “ Tuntaskan Korupsi Sektor Sumber Daya Alam di Indonesia” , dan Gender Justice yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Seabad Perlawanan Perempuan Internasional” .
f.        Disaster Management       : Flood and Slide yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Penanganan Bencana Gempa Di Sumatera Barat Dan Jambi” , dan Press Release yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Sumsel Lumbung Bencana Ekologi” .
g.      Globalization                     : Foreign Debt yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ People's Alliance of Anti-WTO” , Press Release yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Lewat Sampah hingga Perdagangan Karbon, StoS Film Festival 2010 Mengajak Peduli” , dan Pendidikan yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Sekolah Gratis Sarekat” .
h.      Climate and energy                       : COP-15 yang berisi tentang artikel mengenai  “ Ancaman Iklim Kian Nyata, Indonesia Harus Berdikari dan Lebih Aktif” , Oil and Gas yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Sanksi Pidana terhadap PT Pertamina dan Sub Kontraktornya” , Electricity yang didalamnya terdapat artikel mengenai “ Desa Terang Hutan Lestari Masyarakat Berdaya” , Press Release  yang didalamnya terdapat artikel mengenai “Jangan Ada Lagi Chernobyl. Nuklir Bukan Solusi Energi Indonesia” , Keadilan Iklim yang didalmnya terdapat artikel mengenai “ Civil society statement on Paris-Oslo process – Monday 12th April” .
i.        Urban                                : Urban Poor yang didalamnya terdapat artikel mengenai  “ Bubarkan Satpol PP dan Cabut Perda Tibum” , Press Release yang didalamnya terdapat artikel mengenai “Alih Fungsi Kawasan GOR” , Urban Planning yang didalamnya terdapat artikel mengenai  “ Hentikan Rencana Operasional BRT TransMusi Sebelum Memiliki Dokumen AMDAL” .
-          MEDIA SPACE : Merupakan halaman yang berisi tentang artikel dan berita dari Media Cetak.
Media Space mempunyai Beberapa katagori, antara lain :
a.      WALHI Video Compaign Gallery : Yang berisi tentang kumpulan video,berikut beberapa judul video yang terdapat di WALHI Video Gallery : “ Proses penyidangan aktifis WALHI (Berry N Forqan dan Erwin Usman di Manado” , “ Penangkapan aktifis WALHI pada aksi WOC di Manado “, “Aksi WALHI untuk WOC di Jakarta”.
b.      WALHI Media       : Merupakan halaman yang berisi tentang Ringkasan Artikel kampanye WALHI yang ada di berbagai media massa. Berikut beberapa artikel WALHI yg terdapat di berbagai media massa, “ Pengelolaan Tambang Tradisional Harus Dikaji Ulang” , “Pemkab Bekasi Dinilai Gagal Kelola Sampah” .
-          DOWNLOAD :  Merupakan halaman yang berisi tentang e-Book, Info sheet, Position Paper, PSDA Policy dan COP15.

“AN INCONVENIENT TRUTH”



DETAIL FILM
Direktor  :David Guggenheim
Aktor   : Al Gore
Durasi  : 100 Minutes
SINOPSIS
“Merupakan sebuah film documenter  tentang Pemanasan Global, dan sebagai alarm yang dimana penafsiran para ilmuwan tentang keadaan bumi kita yang sedang mengalami masalah yang cukup serius tentang ancaman yang akan terjadi apabila kita tidak segera bertindak, merupakan sebuah bom waktu yang akan meledak apabila kita tidak cepat mencegahnya,dan juga merupakan sebuah film sarat akan moral dan sindiran social karna ketidakpedulian kita terhadap lingkungan.”
REVIEW
An Inconvenient Truth adalah sebuah film dokumenter tentang pemanasan global. Yang di bintangi oleh seorang actor yaitu “Al Gore“. Dan  film ini juga menceritakan sisi lain dari Al Gore, Seorang senator di America. Film ini mencetak rekor pendapatan pada hari pertama untuk sebuah film documenter. Dan meraih penghargaan nobel perdamaian, Film ini berisi sebuah presentasi yang mencakup sejarah bumi, kondisi sekarang, dan diproyeksikan di masa mendatang dalam hal iklim. Gore mengusulkan fakta fakta setelah, grafik setelah bagan, dan gambar demi gambar yang mengejutkan pikiran dan membujuk para penonton untuk "menjadi bagian dari solusi." presentasi seperti powerpoint, animasi, dan aksi presenter yang sungguh luar biasa. Untuk sebuah presentasi sekitar 100 menit kepada para audience.

            Al  Gore mempresentasikan data bagaimana bumi ini makin ‘panas’ karena efek rumah kaca  dan Al Gore juga menunjukkan foto terkenal "Earthrise," diambil dari ruang angkasa oleh astronot Amerika pertama.. Lalu ia menunjukkan serangkaian foto-foto ruang kemudian, jelas menunjukkan bahwa gletser dan danau yang menyusut, salju yang mencair, Garis pantai yang mundur. Banyaknya polusi menyebabkan banyak sinar infra merah yang seharusnya dipantulkan ke luar angkasa ditahan oleh bumi, akibatnya bumi semakin panas dan sedikit demi sedikit melelehkan gumpalan es di Kutub, Al Gore dengan berani memaparkan contoh nyata seperti salju di Kilimanjaro dan glacier-glacier di seluruh dunia mencair,dan tentang  badai Katrina, rata-rata suhu yang panas di berbagai kota di dunia, bencana kekeringan, penipisan es di Artik, serta luas daratan yang berkurang jika es di Antartika atau Greenland mencair dan apabila Greenland mencair pasti akan membanjiri kota-kota di dunia seperti Beijing, Shanghai, sampai Washington DC.

Gore menunjukkan data bahwa 10 terpanas tahun dalam sejarah berada di dalam 14 tahun terakhir. Tahun lalu Amerika Selatan pertama mengalami angin topan. Badai Katrina melewati Florida, dua kali lipat kembali ke Teluk, mengambil kekuatan dari perairan Teluk yang hangat luar biasa, dan pergi dari Kategori 3 sampai kategori 5Ada perubahan di Teluk jet Streaming dan sungai.. Inti es kutub menunjukkan bahwa karbon dioksida jauh, jauh lebih tinggi daripada sebelumnya dalam seperempat juta tahun Hal ini pernah berpikir bahwa hal-hal seperti berjalan dalam siklus. Gore berdiri di depan sebuah grafik yang menunjukkan naik turunnya karbon dioksida selama berabad-abad, ada pola siklus. Kemudian, dalam beberapa tahun terakhir, grafik muncul dan terus naik, lebih tinggi dan lebih tinggi, dari grafik.

penyebab pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil.. Kami mengambil energi yang tersimpan selama ratusan juta tahun dalam bentuk batubara, gas dan minyak, dan melepaskannya tiba-tiba.. Hal ini menyebabkan pemanasan global, dan ada efek sepanjang sandi. Sejak gletser dan salju memantulkan sinar matahari tetapi menyerap air laut itu, semakin banyak es mencair, semakin banyak energi matahari yang disimpan oleh laut.

Dalam beberapa kesempatan, Gore juga menceritakan kehidupan pribadinya, bagaimana hal-hal yang terjadi pada kehidupannya membuat beliau menjadi seorang pejuang lingkungan. Dan dalam film ini Gore juga memperlihatkan tentang anaknya yang kecelakaan dan ayahnya yang meninggal karna kanker paru-paru, Pertama kali Gore mengetahui pemanasan global adalah dari Roger Revelle, pengajarnya sewaktu kuliah dan salah satu orang yang pertama kali mempelajari pemanasan global. Gore juga menceritakan rasa frustasinya ketika menghadapi senat Amerika Serikat, sebelumnya dia yakin jika kongres akan sama-sama terkejut jika mengetahui fakta pemanasan global, tetapi kenyataannya tidak sama sekali. Dan setelah kekalahan tipisnya dari George W. Bush pada pemilu Amerika Serikat, Gore memilih untuk pergi dari kota ke kota keliling dunia untuk membicarakan isu lingkungan.

Kemudian Gore juga memberitakan kasus Philip Cooney tahun 2003. Waktu itu Cooney yang menjabat sebagai staff Gedung Putih tentang lingkungan menerima memo dari EPA tentang pemanasan global. Bukannya memberitakan memo tersebut apa adanya, dia memodifikasinya sehingga artinya berbeda. Insiden ini kemudian diketahui oleh New York Times. Cooney kemudian mengundurkan diri dan beberapa hari kemudian langsung bekerja untuk Exxon-Mobil.

Alasan klasik pemerintah Amerika Serikat dalam isu lingkungan adalah bahwa memperhatikan lingkungan akan mempengaruhi perekonomian. Al Gore menanggapi isu ini dengan menggunakan analogi bumi dan emas. Mana yang harus kita pilih jika disuruh untuk memilih: emas atau bumi? Emas tidak berarti jika kita tidak memiliki bumi.

Dan Al Gore juga menyatakan bahwa kita bisa meralat kesalahan kita dan bersama-sama ‘menyembuhkan’ dunia ini kembali. Bukan tugas yang mudah mungkin - tetapi seperti kata Gore “Ada begitu banyak hal selain teroris yang layak mendapatkan perhatian kita di dunia“. Dan mulai peduli terhadap keadaan sekitar lingkungan untuk generasi yang akan datang, Beralih dan mendorong pengembangan sumber energi alternatif: Solar, angin, pasang surut, dan, nuklir. Bergerak cepat ke arah mobil-mobil hybrid dan listrik dan harus menghemat energy di rumah.

Film documenter ini mengandung pesan kepada kita semua agar kita menjaga kestabilan bumi yang kita tinggali sekarang, dan lebih peduli akan keadaan lingkungan karna kelangsungan bumi kita tergantung oleh kita semua. Dan dengan ditayangkan film ini marilah kita mulai bersama-sama untuk mengurangi emisi dan senantiasa menjaga kelestarian alam sekitar untuk kelangsungan hidup kita dan anak-anak kita.


Oleh : Dian Putra Pradana, Mahasiswa FISIP Brawijaya Malang, Jurusan Sosiologi